Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia kampus STKIP Rokania mengadakan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah dan Jurnal Nasional sebagai pendukung kenaikan pangkat  bagi guru-guru se-Kabupaten Rokan Hulu. Kegiatan berlangsung di gedung kampus STKIP Rokania, Jumat (20-22/12/2019). Pemateri kegiatan tersebut adalah Rita Arianti, M.Pd., (Ketua LPPM STKIP Rokania), Mista Nofrita, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP Rokania, Adelia, M.Pd., dosen PBSI, dan Adynata, M.Kom., waka I STKIP Rokania. Kegiatan dibuka oleh Ketua STKIP Rokania Dr. Desmelati, M.Sc. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memfasilitasi Bapak/Ibu dalam menulis dan mempubikaskan jurnal nasional. Jurnal merupakan salah satu tulisan hasil penelitian yang dapat membantu untuk kenaikan pangkat di kalangan guru. Artinya suka tidak suka guru wajib meneliti dan menghasilkan jurnal. “Semoga kegiatan ini bermanfaat dan mampu menunjang karir bapak dan ibu-ibu dalam dunia pendidikan ini. Terima kasih kepada pihak Prodi PBSI yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Mudah-mudahan kampus kita lebih baik lagi ke depannya,”ujarnya.

Misra, M.Pd. (ketua pelaksana kegiatan) mengatakan bahwa pelatihan ini dapat menjadi wadah diskusi sosialiasi penulisan jurnal dan karya ilmiah. Disisi lain kegiatan ini dapat membantu guru-guru di lingkungan pemerintah kabupaten Rokan Hulu yang mungkin belum mahir dalam menulis, terutama menulis karya ilmiah.

Pelatihan tersebut diikuti oleh guru-guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari guru PAUD, TK, SD, SMP dan SMA sederajat se-kabupaten Rokan Hulu. Sampai acara dibuka, peserta yang sudah mendaftar tak kurang dari 150 peserta. Dalam pelatihan tersebut para guru juga dibimbing tentang program Mendeley, yaitu suatu aplikasi yang berguna untuk membuat bodynote dan daftar pustaka secara otomatis. Materi ini dibawakan oleh pakar yang juga merupakan dosen STKIP Rokania, adiyanata, M.Kom. “Mendeley dapat menjadi pustaka pribadi yang bisa diakses secara online dengan kapasitas penyimpanan secara maksimal 2 GB. Tentu ini akan memudahkan para guru, tidak perlu mengetik secara manual lagi”, kata Adiyanata.

Bagikan :